Sabtu, 15 Januari 2011

Sejarah Pertumbuhan Dan Perkembangan Madrasah Pada Dinasti Nizzamiyah

BAB I
PENDAHULUAN
Sejak lahirnya agama islam, lahirlah pendidikan dan pengajaran islam, pendidikan dan pengajaran islam itu terus tumbuh dan berkembang pada masa khulafaurasyidin dan masa Bani Umayyah.
Dinasti Abbasiyah merupakan dinasti islam yang sempat membawa kejayaan umat islam pada masanya. Zaman keemasan islam dicapai pada masa dinasti-dinasti ini berkuasa. Pada masa ini pula umat islam banyak melakukan kajian kritis terhadap ilmu pengetahuan. Akibatnya pada masa ini banyak para ilmuan dan cendikiawan bermunculan sehingga membuat ilmu pengetahuan menjadi maju pesat.
Pada permulaan masa Abbasiyah pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat hebatnya di seluruh negara islam. Sehingga lahir sekolah-sekolah yang tidak terhitung banyaknya, tersebar di kota sampai ke desa-desa. Bukti dari keberhasilan tersebut telah dapat dirasakan oleh umat Islam dalam berbagai bidang dan juga merupakan cikal bakal munculnya pencerahan di dunia Eropa. Disaat Abbasiyah mengalami kemunduran di Baghdad ( Abassiyah kedua ) menjadi kerajaan-kerajaan kecil dan berkuasanya orang-orang Turki, masalah pendidikan tetap menjadi perhatian para khalifah dan orang-orang kaya, sehingga pendidikan berhasil mencetak para pelajar dan sarjana sesuai dengan yang diharapkan. Di tiap negara Islam pemerintah membutuhkan pegawai-pegawai resmi ( wazir ) dalam menjalankan pemerintahan negara, untuk mendukung keinginan tersebut muncul sistem persekolahan ( madrasah ). Orang-orang kaya pun menyediakan sarana dan prasarana pendidikan terutama perpustakaan, gedung madrasah, dan membantu para siswa untuk biaya pendidikan sehingga mereka dapat belajar dengan gratis. Pada masa khalifah Abassiyah Malik Syah, wazir Nizhamiyah, yang mana Madrasah Nizhamiyah ini nantinya menjadi Perguruan Tinggi Islam terbesar di zamannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A.           Sejarah Berdirinya Lembaga Pendidikan Nizhamiyah
Salah satu jenis lembaga pendidikan tinggi yang muncul pada akhir abad IV Hijriah adalah madrasah.[1] Nizhamiyah adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan tahun 457 - 459 H/ 1065 - 1067 M ( abad ke IV ) oleh Nizham al-Muluk dari dinasti Saljuk. Sedangkan dalam buku “ Pendidikan Tinggi dalam Islam ” dikatakan bahwa wazir Nizham al-Mulk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam pada sekitar tahun 1064. Jadi, dapat di ambil kesimpulan bahwa Madrasah Nizhamiyah adalah madrasah yang pertama kali muncul dalam sejarah pendidikan Islam yang berbentuk lembaga pendidikan dasar sampai perguruan tinggi yang dikelola oleh pemerintah.[2]
Dinasti Saljuk berasal dari beberapa kabilah kecil rumpun suku Qiniq dalam masyarakat Turki Oquz. Ia mengabdikan diri kepada Raja Begu yang meliputi Laut Arab dan Laut Kaspia. Saljuk kaum yang memerdekakan diri dari dinasti Samiah. Setelah Saljuk meninggal, kekuasaannya dilanjutkan oleh Thurgul Bek, ia berhasil mengalahkan dinasti Ghaznawi ( 429 H/ 1036 M ). Kemudian ia memproklamirkan berdirinya dinasti bani Saljuk dan mendapat pengakuan dari khalifah Abassiyah di Baghdad. Bani Saljuk memasuki Baghdad pada masa Thurgul yang menggantikan bani Buwaihi. Thurgul digantikan oleh Alp Arselan dengan perdana mentrinya yang terkenal, yaitu Nizhamul Mulk. Pada masa inilah Saljuk berjaya hingga berlanjut pada masa khalifah Malik Syah ( putra Arselan ).
Nizham al-Mulk  adalah seorang wazir yang sangat berkuasa, atau perdana menteri dari sang sultan.[3] Oleh Sultan Nizhamul Mulk diberi gelar Ata Beq, artinya amir yang dianggap ayah. Ia tetap menjalankan politik kerjasama dan taat kepada Khalifah Abbasyiah, diantaranya dengan mengawinkan sorang putrinya kepada Khalifah Abbasyiah, ketika itu al-Muqtadi bin Amr Allah.
Nizham al-Mulk juga dikenal sebagai perdana menteri yang berpaham Asy’ariyah dan mengusahakan penyebarannya melalui madrasah-madrasah di beberapa kota. Madrasah terkenal yang didirikannya adalah Madrasah Nizhamiyah di Baghdad, yang diresmikan pada tahun 459 H/1067 M.[4] Madrasah-madrasah Nizhamiyah itu dapat disamakan dengan fakultas-fakultas atau perguruan tinggi masa sekarang, mengingat gurunya adalah ulama besar yang termahsyur.
Tujuan Nizham al-Mulk mendirikan madrasah-madrasah itu adalah untuk memperkuat pemerintah pemerintah Turki Saljuk dan untuk menyiarkan mazhab keagamaan pemerintah. Karena sultan Turki adalah dari golongan ahli sunah, sedangkan pemerintahan Buwaihiyah yang sebelumnya adalah kaum syi’ah, oleh sebab itu Madrasah Nizhamiyah adalah untuk menyokong sultan dan menyiarkan mazhab ahli sunah keseluruh rakyat.
Untuk memberantas mazhab-mazhab yang ditanamkan oleh golongan syi’ah kepada rakyat yang dianggap batil, maka Nizham al-Mulk berupaya semaksimal mungkin mendirikan Madrasah Nizhamiyah untuk menanamkan mazhab ahli sunah yang dianggap lebih benar, karena kepercayaan ahli sunah adalah berdasarkan pelajaran-pelajaran agama yang benar yang lebih memprioritaskan Al-Qur’an dan sunah dibandingkan dengan ra’yi.
Menurut sejarah Islam, Nizham al-Mulk adalah orang yang mula-mula mendirikan madrasah, sedangkan Darul Hikmah yang ada pada waktu itu hanya dijadikan sebagai gedung perpustakaan saja. Jadi, Madrasah Nizhamiyah telah diorganisir oleh pemerintah, buktinya terlihat dari kurikulum, guru-guru, struktur organisasinya, sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diurus oleh pemerintah ( khalifah ). Hal ini merupakan kelebihan dan keunggulan Madrasah Nizhamiyah  dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang ada sebelumnya.






[1] Asma Hasan Fahmi, Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam, alih bahasa Ibrahim Husein, ( Jakarta: Bulan Bintang, 1979), cet. Ke 1, h.40.
[2] Dr. H. Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam, ( Jakarta : Prenada Media, 2007 ), h.158
[3] Charles Michael Stanton, Pendidikan Tinggi Dalam Islam, ( Jakarta :  Logos Publishing House, 1994), h. 46
[4] http://asrofifamins.blogspot.com/2010/10/madrasah-nizamiyah.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar